Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Instagram

www.instagram.com/nai.najiha/

Living Hadis di dalam Keluarga Rakhmad

by - Mei 09, 2019

Source: Google

Di dalam bukunya Model-Model Penelitian Hadis Kontemporer, Saifuddin Zuhri menuliskan sebuah artikel mengenai penelitian hadis dengan model sosio antropologi dengan menyertakan sebuah kisah ril tentang Keluarga Rakhmad. Ia menceritakan bahwa Pak Rakhmad adalah seorang penjual obat-obatan herbal keliling yang memiliki seorang istri dan putra yang masih balita.

Adapun yang menjadi perhatian dari Zuhri akan keluarga ini adalah bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-harinya. Di dalam kesehariannya, Pak Rakhmad selalu menggunakan celana cingkrang (di atas mata kaki) dan Istrinya memakai jilbab lebar serta kaus kaki yang membungkus kedua kakinya. Selain dari pakaian, Zuhri juga acap kali melihat lelaki berjanggut itu mengajarkan anaknya untuk berdo'a. Hal ini pernah diperhatikannya ketika putera dari Pak Rakhmad hendak buang air kecil, Pak Rakhmad dengan sigap membantunya ke kamar mandi dan meminta sang anak untuk membaca do'a sebelum masuk ke kamar mandi. Selain itu, lelaki yang tergabung dalam ormas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini juga mengajarkan sang putera untuk mendahulukan kaki kiri ketika akan memasuki kamar mandi.

Selain dalam lingkungan keluarganya, Zuhri juga kerap melihat Keluarga Rakhmad ini sering berkunjung ke rumah sanak saudara atau teman-temannya untuk bersilaturrahmi di sore hari dan kembali ke rumah sebelum maghrib. Ketika adzan maghrib berkumandang, Pak Rakhmad akan melangkah ke mesjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Tentunya suatu hal yang lazim bagi seorang pria melaksanakan shalat berjamaah di mesjid. Akan tetapi yang menarik perhatian dari Zuhri selaku penulis artikel, ia melihat ketika merapatkan shaf, Pak Rakhmad yang kebetulan berada di sisi kanannya berusaha menyentuhkan kelingking kirinya kepada kelingking kanan Zuhri. Namun karena Zuhri merasa risih ia pun mencoba menghindarinya.

Dari pemaparan kisah singkat Keluarga Rakhmad di atas, kita dapat melihat bahwa Pak Rakhmad sekeluarga hendak menerapkan gaya hidup yang sesuai dengan hadis-hadis Rasulullah saw.. Hal ini dapat dilihat pada pakaian dan perilaku kesehariannya. Pak Rakhmad menggunakan celana cingkrang karena  merujuk pada hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu 'Umar di dalam kitab Shahih Muslim nomor 3887 (berdasarkan penomoran di dalam software hadis mausu'ah). Kemudian sosoknya yang memelihara janggut juga berdasarkan pada hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu 'Umar juga di dalam kitab yang sama nomor 381.

Selain dari sisi penampilan/pakaian yang merujuk kepada hadis-hadis Nabi saw, Pak Rakhmad juga mengajarkan puteranya amalan-amalan yang juga berdasarkan pada hadis-hadis Rasulullah saw.. Seperti membaca do'a sebelum memasuki kamar mandi yang merupakan sebuah riwayat dari Syu'bah bin 'Abdul Aziz bin Shuhaib yang termaktub di dalam kitab Shahih Bukhari nomor 139. Juga tingkah lakunya ketika hendak mendirikan shalat jamaah di mesjid yang mencoba menyentuhkan jari kelingking kakinya ke jari kelingking kaki jamaah di sebelahnya merupakan salah satu riwayat dari Ibnu 'Abbas yang disebutkan di dalam Sunan Abu Daud nomor 575. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya yang mengindikasikan bahwa Pak Rakhmad secara keseluruhan mencoba untuk meneladani Nabi Muhammad saw. yang merupakan sebaik-baik teladan bagi seluruh umat Islam.

Secara keseluruhan, kita dapat menarik benang merah bahwa keluarga Rakhmad dalam memahami teks-teks hadis cenderung tekstual. Sehingga tidak keliru apabil Zuhri menyebutkan bahwa keluarga ini merupakan sebuah keluarga yang hidup di dalam teks-teks yang normatif.

Sebagaimana yang telah kita bahas dan  paparkan di dalam tulisan-tulisan sebelumnya, bahwasanya praktik-praktik keseharian yang bersumber dari pada al-Qur'an dan hadis disebut sebagai Living al-Qur'an dan Living Hadis. Di dalam kisah Keluarga Rakhmad ini, ia termasuk kepada living hadis karena mencoba menghidupkan hadis dengan cara mempraktikkannya di dalam kehidupan sosial dan sehari-harinya. Sikap yang diambil oleh Pak Rakhmad ini, terlepas dari ormas yang ia bergabung di dalamnya, sudah sepatutnya dimiliki oleh seluruh umat Muslim di dunia demi meneladani teladan Rasulullah saw.. Akan tetapi, dalam memahami teks hadis, pemahaman tekstualis juga harus diiringi dengan pemahaman kontekstualnya. Hal ini guna menyelaraskan kondisi sosial ketika hadis tersebut diriwayatkan hingga sampai kepada masa sekarang ini.

Menanggapi penjabaran di atas, Zuhri mencantumkan di dalam artikelnya sebuah teori yang ditawarkan oleh Anthony Giddens yang dikenal dengan teori Time and Space. Menurut Giddens, ruang dan waktu adalah dua elemen konstitutif yang juga ikut menghasilkan praktik-praktik sosial kemasyarakatan.

Giddens juga menyebutkan bahwa sebuah praktik sosial kemasyarakatan tertentu akan senantiasa memerlukan pada ruang dan waktu di dalam dimensi praktik tersebut terkait. Dimensi ruang dan waktu ini kemudian yang membedakan antara praktik sosial kemasyarakatan satu komunitas dengan komunitas lainnya.

Zuhri lebih lanjut menjelaskan bahwa Giddens seakan menyediakan ruang (space) kepada keberadaan hadis untuk tetap exist di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Akan tetapi sebagaimana telah disebutkan di atas, pemahaman yang dilakukan terhadap hadis acap kali tidak berdasarkan pada konteks atau kondisi (asbab al-wurud) ketika hadis tersebut diturunkan. Sehingga pada akhirnya masyarakat cenderung menjadikan hadis sebagai "syariah sehari-hari".

Keluarga Rakhmad merupakan salah satu contoh masyarakat yang menjadikan hadis sebagai "syariah sehari-hari". Mereka meyakini bahwa mengamalkan nilai-nilai yang terdapat di dalam hadis sudah memadai tanpa melihat pada konteks ketika hadis tersebut disabdakan.

Sekian tulisan hari ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih^^

Source:
Saifuddin Zuhri Qudsy, S. Th. I., M.A. dan Ali Imron, S. Th. I, M.S.I., Model-Model Penelitian Hadis Kontemporer, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013)

You May Also Like

0 komentar