Alhamdulillah dalam setahun ini saya mulai mempelajari kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid karya Ibnu Rusyd. Seorang Filsuf Islam yg kemudian menuliskan kitab fiqih dengan tinjauan keempat mazhab. Selama mempelajari kitab tersebut banyak hal mengenai perbedaan yang saya dapatkan. Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Hanafi, dan Imam Ahmad merupakan ulama mazhab yang terkemuka. Mereka mempunyai pendapat serta argumen masing-masing terhadap suatu hukum. Namun tidak ada perselisihan di antara mereka pun tidak ada saling menyalahkan satu sama lain. Tidak ada pendapat yang salah dari keempatnya. Ibnu Rusyd, sang pengarang pun tidak berpihak ke salah satu dari mereka dalam menjabarkan detail-detail hukum. Beliau memaparkan dengan pas tanpa menambah pula mengurangi.
Setiap keempat ulama mazhab tersebut memiliki dalil atas setiap argumen yang mereka paparkan. Berbeda namun tidak pernah menghujat. Lalu, apa kabar dengan Indonesia? Ketika hendak melaksanakan shalat ada yang melakukan takbir dengan cara yang berbeda dikatakan sesat. Tidak sesuai dengan ajaran Islam. Jika yang berpendapat demikian adalah orang awam dapat kita maklumi. Akan tetapi bagaimana dengan mereka yang mengaku akademisi namun masih mempermasalahkan perbedaan tersebut? Mungkin dalam mazhab Syafi'i gerakan takbir tidak seperti yang kita lihat dari orang tersebut tapi kita tidak bisa langsung melabelinya dengan mudah. Mari kembali kita baca buku-buku juga kitab-kitab fiqih. Kaji kembali isinya. Bisa saja gerakan yg demikian ada penjelasannya dalam mazhab selain Syafi'i kan? Mazhab Maliki misalnya. Who knows?
Muslim Indonesia mayoritas bermazhab Syafi'i. Jadi jika ada yang berbeda dari apa yang dianggapnya benar akan menimbulkan tanya. Namun apa salahnya kembali mengkaji kitab-kitab fiqih karangan ulama terdahulu agar tidak dengan mudah kita menghakimi orang lain. Shalat saja mulai dari niat hingga salam semuanya mengandung khilafiyah dari keempat ulama mazhab namun semuanya rajih dengan dalil-dalil yang mereka utarakan. So? Berbeda tidak selalu salah bukan? Dalam perbedaan kita bisa bersatu menjadi lebih baik dan bijak Insha Allah.
Ini adalah secuil kegelisahan saya mengenai perbedaan yang terjadi di antara umat Muslim sendiri. Tulisan ini tidak ditulis dengan maksud menyinggung ataupun lainnya. Murni hanya mengemukakan pandangan saya sendiri. Semoga ke depannya kita dapat lebih bijak lagi menyiasati segalanya. Allahumma Amin ...





