Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Instagram

www.instagram.com/nai.najiha/

Episode ini masih sama, tentang sebuah rindu yang membelenggu (5)

by - Maret 17, 2017

Khayalku melayang jauh,
Terhempas bebas kemudian jatuh
Imajiku memandang acuh
Pada kepingan-kepingan yang mulai meluruh.

Bait-bait sajak kukirimkan
Sebagai pelipur luka dan lara.
Di antara sebutir impian
Kau datang membawa cita.

Aku terjerat di Padang Sahara
Dehidrasi pula didustai prahara.
Lalu kau datang dengan jumawa
Membisikkan bait kata
Yang menghadirkan gelak tawa.

Namun, semua itu seolah palsu.
Tidak berlaku!

Nyatanya, aku masih di sini terpaku.
Dalam gelombang rindu
Yang kian menggebu
Membelenggu hati yang membisu

Sesakit inikah mengulang masa-masa itu?
Bernostalgia dalam harap semu
Berangan sebuah temu,
Tapi tak kunjung memperoleh restu?

Tolong, jangan siksa aku
Dengan segala kenang itu!
Tidakkah kau tahu?
Hati ini membatu karenamu.
Karena kenangan yang kau bawa bersamamu,
Tanpa mengizinkanku tuk menyentuhnya walau seujung kuku.

Masa-masa itu memang telah berlalu.
Tapi salahkah aku,
Jika kembali memutarnya dalam torehan baku?

Aku hanya ingin mengabadikannya,
Dalam sajak-sajak bisu
Agar rindu yang menggebu
Tak lagi menganggu pula membelenggu
Agar sesak yang bersemayam di qalbu
Terkikis seiring waktu berlalu.

Aku rindu...

Yogyakarta, 13 Maret 2017
Nai.Najiha

You May Also Like

0 komentar