Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Instagram

www.instagram.com/nai.najiha/

Menulis; Merangkul Setiap Jiwa Dalam Untaian Aksara

by - Maret 22, 2017

Aku baru.
Masih tergugu
mengeja bait-bait bisu

keliru jika kau menganggapku mampu.
keliru! Sangat keliru!
Karena nyatanya
aku masih di sini, mengeja dan menata
tanpa sanggup menguntai.

namun,
hadirmu dengan seulas senyuman sendu,
menggugurkan bait-bait itu.
kau hadir dengan sebuah harap.
harap yang dahulu pula kumiliki.
Dan kini semuanya berubah rancu.

"Ajarkan aku merangkai kata bersamamu"
ujarmu di suatu waktu
ketika langit senja membias semu,
secercah jingga datang berpadu.
Aku terpaku.
mencerna setiap abjad yang mengalir dari kedua bibir indahmu.

"haruskah aku?"
kau mengangguk tanpa ragu.
tapi kenapa aku?
batinku berperang pilu

"Aku masih amatir" ujarku.
berharap kau meragu.
tapi kau menggeleng lirih.
kau yakinkan aku
walau kutahu aku benar-benar belum mampu.

"kita belajar bersama"
aku terhenyak. terjebak.
"kita belajar bersama, Kamu dan aku!"
lagi-lagi kau meyakinkan
Dan kini aku yang meragu. aku menunduk. aku malu.

"aku belum mampu"
kembali aku bertutur.
kau tersenyum.
kemudian membawaku
ke lembaran-lembaran yang tergeletak bisu

"kau mampu!"
tersentak.

"aku kembali menulis karena melihatmu yang bergulat dengan aksara. Dan aku rindu menjadi sepertimu. ajarkan aku. temani aku dalam merangkai aksara rindu"
mengangguk. merangkulmu. melalui raga pula aksara.

Yogyakarta, 20 Maret 2017
Nai.Najiha

-latepost

You May Also Like

0 komentar