Masih Episode Yang Sama (3)
Selamat sore, senja.
Hari ini kita kembali bersua
Berbagi kisah tentang dia yang kau bawa
Yang hadir tanpa sapa
Apalagi tawa.
Kau tidak bosan, bukan?
Ketika aku terus saja menanyakan
Perihal ia yang kemarin hadir dengan sopan?
Perihal ia, sebuah rasa yang tak bertuan.
Iya! Dia!
Rindu.
Aku menyebutnya begitu.
Kau tahu itu.
Tapi hari ini kau tampak kesepian.
Kemana dia yang kemarin melempar seulas senyuman?
Dia. . . Dia baik-baik saja bukan?
Jawab aku senja!
Aku gelisah.
Aku marah.
Aku marah pada diriku
Karena dengan kurang ajarnya ingin menghapus semua tentangnya, dahulu. . .
Dulu senja, bukan sekarang.
Aku telah menerima hadirnya
Namun kenapa ia seolah membentang jarak?
Apa aku berbuat salah?
Apa aku berbuat salah, senja?
Jawab aku senja!
Jawab!
Hah!
Sudahlah!
Aku terlalu lelah.
Jika kau bertemu dengannya,
Tolong sampaikan bahwa aku merindukannya.
Sangat.
Aku sangat merindukannya.
Merindukan rindu.
Dan maaf karena aku telah menghardikmu, senja.
Walau bagaimanapun,
Bagiku,
Kau akan tetap menjadi anugrah terindah dari-Nya,
Yogyakarta, 11 Maret 2017
Nai.Najiha
0 komentar